Beranda » Blog » Apakah Makan Larut Malam Buruk Untuk Menurunkan Berat Badan?

Apakah Makan Larut Malam Buruk Untuk Menurunkan Berat Badan?

Diposting pada 21 Juni 2024 oleh admin / Dilihat: 0 kali

Makan sebelum tidur adalah hal yang sangat umum. Anda mungkin makan malam larut malam. Anda mungkin ngemil di tempat tidur. Dan, pada suatu malam, Anda bahkan mungkin terbangun dari tidur Anda untuk menghilangkan rasa lapar.

Kedengarannya familier?

Nah, ini mungkin kebiasaan dan pola makan yang patut untuk dicermati lagi. Hal ini dapat menempatkan Anda pada risiko lebih besar untuk makan melebihi kebutuhan kalori Anda setiap hari, yang meningkatkan kemungkinan penambahan berat badan dan masalah metabolisme.

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki berat badan yang sehat dapat menambah usia hidup Anda dan meningkatkan mobilitas Anda.

Inilah yang harus Anda ketahui tentang peran metabolisme Anda dalam tujuan penurunan berat badan dan apa yang harus dilakukan jika Anda suka ngemil di malam hari.

Spoiler: ternyata mengubah rutinitas Anda—walaupun sedikit—dapat membuat perbedaan besar dalam tujuan jangka panjang Anda.

Memahami Siklus Metabolisme Anda Sepanjang Hari

Tubuh Anda memiliki ritme sirkadian, yang juga dikenal sebagai “jam biologis”.

Ritme sirkadian adalah siklus alami tubuh selama 24 jam yang mengatur banyak proses fisiologis. Jam internal ini dipengaruhi oleh isyarat lingkungan seperti terang dan gelap, yang membantu menyinkronkan fungsi tubuh dengan siklus siang-malam.

Metabolisme, proses tubuh mengubah makanan menjadi energi, juga diatur oleh ritme sirkadian.

Pada siang hari, ketika kebanyakan orang lebih aktif, tubuh bekerja lebih baik dalam mencerna dan memetabolisme makanan. Penelitian telah menunjukkan bahwa tubuh membakar lebih banyak kalori saat istirahat dan setelah makan pada pagi hari dibandingkan pada malam hari.

Menurut penelitian, makan larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian Anda, yang menyebabkan penambahan berat badan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa makan di sore hari, terutama di malam hari, berhubungan dengan penambahan berat badan. Ketidakselarasan antara jam internal tubuh dan asupan makanan juga dapat menyebabkan resistensi insulin dan gangguan metabolisme lainnya.

4 Cara Makan Larut Malam Mempengaruhi Tubuh Anda

Malam hari akan segera tiba. Apakah Anda tiba-tiba ingin makan sesuatu?

Bagi banyak orang, makan camilan sebelum tidur adalah hal yang lumrah. Namun hal ini sering kali lebih merupakan kebiasaan psikologis daripada kebutuhan nyata akan makanan. Dan, seperti yang baru Anda pelajari, kebiasaan itu tidak selalu baik bagi Anda.

Fakta menarik: MyFitnessPal kini menawarkan Sleep Insights, integrasi baru yang dapat membantu Anda menghubungkan antara makanan yang Anda makan dan kualitas tidur Anda. Unduh aplikasinya secara gratis!

Berikut beberapa alasan lain mengapa penting untuk menghindari makan larut malam.

1. Meningkatkan Tingkat Kelaparan

Anehnya, salah satu dampak makan terlambat adalah meningkatnya rasa lapar. Itu karena makan terlambat bisa mengganggu hormon yang membantu mengatur rasa kenyang dan lapar.

Makan terlalu dekat dengan waktu tidur bisa berarti Anda akan mencari-carilagi makanan dan mungkin berakhir dengan mengambil makanan ringan tambahan.

2. Membakar Lebih Sedikit Kalori

Pertambahan dan penurunan berat badan, pada intinya, adalah soal matematika. Anda perlu mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang Anda keluarkan sepanjang hari.

Kenaikan berat badan mungkin lebih mungkin terjadi dengan makan malam hari. Mengapa? Anda menambahkan kalori ekstra yang mungkin tidak perlu Anda gunakan sebagai energi.

Ditambah lagi, metabolisme tubuh Anda lebih lambat di malam hari. Metabolisme yang lambat dapat menyebabkan penambahan berat badan jika Anda makan dalam porsi besar sebelum tidur dan melebihi asupan kalori yang disarankan.

3. Meningkatkan Penyimpanan Lemak di Tubuh Anda

Sebuah penelitian di Harvard yang mencakup kelompok kontrol kecil secara acak yang terdiri dari 16 peserta yang kelebihan berat badan atau obesitas menemukan bahwa makan di sore hari meningkatkan rasa lapar, mengurangi jumlah kalori yang terbakar, dan meningkatkan penyimpanan lemak tubuh di dalam tubuh.

4. Mengganggu Irama Sirkadian Tubuh Anda

Salah satu alasan tambahan untuk menghindari makan larut malam adalah karena dapat memengaruhi ritme sirkadian dan pola tidur Anda.

Menurut sebuah penelitian, makan dengan jadwal yang tidak sejalan dengan ritme sirkadian Anda (misalnya, makan larut malam daripada saat bangun tidur) dapat meningkatkan risiko terkena gangguan metabolisme.

Keempat masalah tersebut, seiring berjalannya waktu, dapat dikaitkan dengan peningkatan berat badan.

Bagaimana cara mencegahnya? Makanlah sarapan yang tinggi serat dan tinggi protein. Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa hal ini membantu mempertahankan tingkat energi sepanjang hari dan mendorong rasa kenyang sekaligus mengurangi ngemil di kemudian hari.

Anda mungkin juga menyukainya
6 Ide Sarapan Tinggi Protein Untuk Membuat Anda Tetap Berenergi Sepanjang Hari >

Jam Berapa Anda Harus Berhenti Makan di Malam Hari Untuk Menurunkan Berat Badan?

Tidak ada jawaban pasti kapan Anda harus berhenti makan karena setiap orang tinggal di tempat berbeda dengan pencahayaan dan kegelapan yang bervariasi.

Konsensus umumnya adalah berhenti makan tiga jam sebelum tidur. Namun jam berapa Anda akan berhenti makan akan bervariasi berdasarkan rutinitas malam Anda saat ini.

Makan malam jam 5 sore bisa berhasil bagi seseorang yang berangkat kerja pada jam 8 malam. Namun jika Anda tidak tidur sampai jam 10 malam, makan malam lebih malam—katakanlah sekitar jam 7—mungkin berhasil.

Atau, Anda bisa makan malam lebih awal diikuti dengan camilan tiga jam sebelum tidur selama Anda tidak mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda butuhkan pada hari itu.

Jika Anda merasa lapar di malam hari, makanlah sesuatu. Pilihlah pilihan yang ringan namun mengenyangkan, seperti secangkir popcorn yang diberi air-pop, yang hanya memiliki 62 kalori.

Pertanyaan Umum

Apa yang harus saya lakukan jika saya sering terbangun dalam keadaan lapar?

Jika Anda bangun dan makan di tengah malam, pertimbangkan untuk sarapan dan makan siang yang sedikit lebih banyak, sehingga Anda tidak terlalu lapar saat datang makan malam atau waktu tidur.

Seberapa terlambat Anda harus makan makanan terakhir Anda pada hari itu jika Anda berpuasa sebentar-sebentar?

Orang yang menerapkan puasa intermiten (dan mereka yang khawatir akan kenaikan berat badan akibat mengidam makanan di malam hari) harus mempertimbangkan untuk mengatur jam makan mereka agar berakhir kira-kira tiga jam sebelum tidur.

Garis bawah

Ketika semua sudah dikatakan dan dilakukan, makan larut malam atau memakan camilan larut malam berpotensi mengubah tingkat energi dan metabolisme Anda, termasuk berdampak pada insulin dan gula darah Anda.

Namun mengapa dan bagaimana hal ini terjadi masih belum dipahami dengan baik. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Beberapa bukti mengenai topik ini bertentangan.

Jika Anda ingin mencoba makan lebih awal, pertahankan makan setidaknya tiga jam sebelum tidur dan Anda mungkin memiliki peluang lebih besar untuk mencapai target kesehatan dan berat badan Anda.

Pos Apakah Makan Larut Malam Buruk Untuk Menurunkan Berat Badan? muncul pertama kali di Blog MyFitnessPal.

Bagikan ke

Apakah Makan Larut Malam Buruk Untuk Menurunkan Berat Badan?

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Apakah Makan Larut Malam Buruk Untuk Menurunkan Berat Badan?

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Iffah
● online
Iffah
● online
Halo, perkenalkan saya Iffah
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: